Jumat, 30 Juli 2010

KEJURNAS ROAD RACE 2010


Masih Bisa Meleset Lagi
2010-02-19 21:37:40
3975motoprix-gt.jpgJanji IMI untuk tertibkan jadwal event balap, biar enggak saling tabrak dan teratur tampaknya sulit. Biro Olahraga Motor PP IMI sendiri yang berapi-api soal janji itu. Katanya, pada 2010 membagi kuota Minggu pertama dan kedua jadi arena kejurnas. Eh, muncul jadwal sementara hasil rakernas IMI,l masih aja kayak duduk di kursi angkot, gasar-geser, gasar-geser.

Bertabur faktor yang jadi alasan soal geser-geseran. Di region Jawa misalnya, jadwal awal dari IMI keluar di 14 Februari diselenggarakan di DKI. Itu sudah benar.

Tapi, alasan bentrok Imlek, geser ke Minggu berikutnya. Belakangan ada kabar mundur lagi ke 28 Februari 2010. Karena Kemayoran dip3976jadwal-janji-(subhan)-nurfi.jpgakai untuk sebuah acara.

Bagi tim balap, ketepatan tanggal sangat penting. Selain untuk mengatur budget, juga mengatur jadwal dan penyesuaian aktivitas untuk event yang lain. "Kalau nanti tiba-tiba geser dan bentrok, sulit bagi tim yang kontrak dengan sponsor untuk ikut event lain," terang Ahmad Jayadi, manager Honda Castrol Denso AJM.

PP IMI berkilah, penyusunan jadwal berdasarkan pengajuan dari tiap Pengprov pada Rakernas. "Sebagai regulator, kita cuma atur posting tanggalnya. Memang sih, masih ada yang dilaksanakan di Minggu ke-3. Tapi tidak ada yang di Minggu ke-4 kok. Baru tahun depan, mudah-mudahan bisa kita mening kat dengan mematok Minggu 1 dan 2 saja untuk kejurnas," aku Dyan Dilato, Biro Olahraga Motor PP IMI (BOMPI).

Repotnya, kalau pengajuan Pengpropv asal sebut tanggal kemudian diposting di PP IMI. "Ternyata nanti meleset, kita deh yang repot," tambah Dyan.

3977jadwal-janji-(jayadiel-1.jpgPP IMI sebenarnya sudah pagari dengan kebijakan untuk mengunci tanggal. Caranya, “Saat Pengprov ajukan tanggal di Rakernas, langsung membayar biaya jaminan booking tanggal sebesar Rp 6 juta. Uang jaminan itu toh bisa kembali nanti. Tapi paling tidak, hal itu akan mengikat pelaksana agar tidak geser seenaknya," tambah Dyan yang berambut lurus ini.

Bagi Pengprov di wilayah Jawa, mungkin berani saja. Alasannya, banyak promotor yang berminat. "Kayak Jateng, kita tutup dulu booking tanggal oleh Pengprov. Baru nanti bebannya diberikan pada promotor yang ditunjuk," terang Abraham Subehan, biro olahraga motor Pengprov IMI Jateng.

Jelas kemudian, Pengprov akan tenderin ke promotor. "Kalau kita sih, bahkan bikin aturan yang bisa bikin kejurnas MP, minimal sudah bikin kejurda dua kali. Itu karena promotor peminat MP banyak," terang Joko Klentheng, Pembinaan dan pengembangan Pengprov IMI DIY.

Persoalannya, kadang promotor kesulitan saat pelaksanaan tiba. Misal kurang sponsor atau faktor lain yang sudah jadi kebiasaan atau klasik. Geser tanggal deh akhirnya. "Kalau misalnya Pengprov yang geser diberi sanksi tidak diberi jadwal tahun berikutnya, efeknya jadi makin sedikit serinya. Serba salah, kan?" kilah Dyan yang juga gemar balap supersport.

Gak papa, lah boss. Kalau memang Pengprov itu belum mampu membina promotor yang bisa melaksanakan event seklas kejurnas, ya tinggal kasih saja jatah ke Pengprov yang mampu. "Kan dulu DIY juga pernah dapat lebih dari satu seri," kata Joko.

Itu yang betul.

LUBANG DIISI KLUB EVENT

3978jadwal-janji-(dyan-dilato-.jpgDi region Jawa, balap mulai anget akhir Februari dan awal Maret. Dibuka dulu MP seri 1 di 28 Februari 2010 di Kemayoran. Jadwal ini sebenarnya pada 21 Februari. Namun, “Kemayoran dipakai Partai Demokrat, terpaksa jadwal; mundur,” kata Herman Gunardi dari Santana Motor Sport pada event bertitel Surya 12 Motoriders NHK MotoPrix Region 2 itu.

Disusul seri dua yang hanya selang dua minggu. Kali ini jatah Pengprov Banten. “Trendypromo Mandira (TM) yang terlibat di situ. Tepatnya 13 dan 14 Maret 2010,” yakin Helmy Sungkar, promotor dari TM.

Sementara di Jawa Tengah juga jatuh pada minggu ke-3 April. "MP seri tiga di Jateng 18 April 2010. Tadinya sempat dijadwalkan minggu ke-4 yaitu 25 April, tapi kan bentrok dengan seri 1 Asia di Malaysia," terang Abraham Subehan.

Selain sudah mulai ada kejurnas MP, kekosongan di Minggu awal Maret juga sudah dimanfaatkan klub event untuk bikin balap. Misal, di Minggu pertama 7 Maret, dimanfaatkan Montesz Sport Club (MSC) bikin balap di Banjar Patroman, Jawa Barat. Itu seri pembuka LA Light Road Race Takasago Excel.

Baru seri berikutnya di Kuningan (28 Maret), Cimahi (11 April), Majalengka (9 Mei), Tasikmalaya (20 Juni), Cianjur (4 Juli), Indramayu (1 Agustus), Subang (3 Maret), Garut (14 November) dan Bandung (5 Desember). “Enam tanggal lain belum bisa dipublikasi. Itu jatah Jakarta, masih nego,” kata Handoko Halim.

Maraknya klub event, termasuk OMR dan juga kejurda, ketepatan tangal kejurnas memang keharusan. Karena, peluang mereka saat sela seri kejurnas. "Prinsipnya tidak boleh ada event sejenis saat ada kejurnas digelar," tegas Dyan Dilato. “Iya, ngerti. Tapi, tolong jadwal kejurnas tepat,” tangkis Handoko Halim dari MSC yang tadinya bikin tanggal 28 Februari, tapi tertabrak MP seri pertama.

Jika setiap tahun bisa dipastikan Minggu 1 dan 2 untuk jadwal kejurnas, pengaturan tanggal lebih mudah. OMR dan lainnya patok minggu 3 dan 4 deh.

Sementara, untuk IndoPrix yang dilaksanakan Pronas (Promotor Nasional) Indoprom, baru akan jalan seri pertama 21 Maret 2010. Disinggung soal batalnya tambahan seri di tahun ini, Dyan beralasan karena ketersediaan sirkuit.

Rencana mau menambah dua seri, jadi 7 tahun ini. "Tapi kita kan tahu, sirkuit permanen banyak yang ternyata setelah dikonfirmasi belum siap. Yang sudah pasti siap cuma Sentul kecil, Sentul besar, Binuang dan Kenjeran. Kalau dipaksa 7 seri kan repot. Kecuali, Muba, Kalteng, Kaltim dan lainnya bisa dipakai, itu lain cerita," papar pembalap supersport nasional ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar